Puisi yang dimuat mbludus.com secara tema dan isi sangat kuat pada tema-tema atmosferik—hujan, senja, jarak, doa, kerja, tubuh, dan kehilangan—yang berfungsi bukan sekadar latar, melainkan sebagai perangkat epistemologis untuk memahami pengalaman batin dan sosial. Secara estetik, karya-karya terpilih bergerak di antara dua poros utama. Pertama, liris-reflektif, yang memusatkan perhatian pada perenungan personal, spiritualitas, dan relasi intim (misalnya puisi-puisi Riki Utomi, Heri Isnaini, Riami). Pada poros ini, bahasa cenderung tenang, repetitif secara sadar, dan bekerja melalui resonansi emosi. Kedua, liris-naratif dan sosial, yang memanfaatkan fragmen keseharian, absurditas, serta satire (Sil Sila Yusuf, Hazuma Najihah). Di sini, puisi tidak lagi sekadar ungkapan perasaan, melainkan alat kritik terhadap relasi kuasa, kerja, kelas, dan tubuh.
Sedangkan pada cerpen-cerpen yang terpilih pun memiliki tema yang hampir mirip; tentang kehilangan, harapan, jarak, kesetiaan dan hal-hal yang berhubungan dengan kultur sosial masyarakat setempat. Kurasi ini sengaja menghindari seleksi berdasarkan kematangan teknis semata, dan lebih menekankan keberanian memilih sudut pandang serta upaya keluar dari metafora yang sepenuhnya mapan. Beberapa puisi memang masih berjejak konvensi, namun tetap dipilih karena menyimpan potensi tegangan makna, ketulusan gestur, atau keberanian tema. Begitu pun dengan cerpen, beberapa tulisan masih cenderung kepada bercerita, belum menyentuh sisi estetik dalam gaya kepenulisan.
Secara keseluruhan, karya-karya dalam buku ini membentuk peta batin kolektif: tentang manusia yang hidup di antara doa dan sistem, cinta dan harapan, itulah mengapa buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca.
Beni Satria, Kaifin Prasetyo & Nana Sastrawan
Kurator


Ulasan
Belum ada ulasan.