Catatan Reflektif tentang Pendidikan, Puisi, Budaya, Teater, Komunitas, Tradisi, dan Buku.
Kehidupan sering kali berjalan begitu cepat, membuat kita kerap abai pada hal-hal kecil yang berserakan di depan mata. Padahal, dari hal-hal kecil itulah—sebuah sapaan, sebaris puisi, hingga secuil adab di ruang kelas—perubahan yang hakiki bermula. Buku ini lahir dari jeda-jeda perenungan di sela-sela rutinitas berinteraksi dengan para murid di sekolah, mengawal kegiatan literasi, hingga pergulatan batin saat mengamati dinamika kebudayaan yang terus bergerak.
Catatan-catatan dalam buku ini dibagi menjadi beberapa bagian untuk memudahkan pembaca menyelami gagasan yang utuh. Pada bagian Pendidikan, kita diajak merenungkan kembali hakikat adab dan karakter yang seharusnya menjadi fondasi peradaban. Bagian Puisi dan Budaya serta Teater dan Komunitas mencoba merekam denyut nadi kesenian—dari musikalitas doa karya Taufiq Ismail, tradisi Ojhung di Situbondo, hingga pekik kaum papa di atas panggung teater komunitas. Sementara pada bagian Ulasan, hadir telaah kritis atas berbagai karya sastra yang membukakan mata kita tentang sejarah, kemanusiaan, kefanaan, hingga ikhtiar memperbaiki nasib.


Ulasan
Belum ada ulasan.