Pada buku ini, prosa yang ditulis oleh Dwi sudah melepaskan diri dari keterbelengguan oleh keraguan untuk bertutur. Gayanya sudah tidak mendongeng lagi. Pembaca diajak langsung ikut merasakan suasana dalam cerita sehingga cerita dapat dinikmati kelenturan dan letupannya.
Secara umum cerita-cerita yang Dwi usung memang amat umum, tetapi jika ditelusuri, sikap Dwi selaku penutur cerdas dalam mengunduh peristiwa, konflik, nilai moral yang akan disuguhkan kepada pembaca. Seakan-akan dialah sang reportase, komentator, dokumentator yang bijak mengolah setiap peristiwa menjadi untaian plot yang mudah dicecap para pembacanya.
Dalam karya puisinya pun, Dwi setidaknya sudah mencerminkan sikap istiqomah dalam kecintaannya terhadap aspek menulis sastra. Penyair yang baik akan selalu berusaha ada yang tertinggal dalam hati pada seorang pembaca karyanya. Situasi batin yang seperti itu akan muncul seandainya penyair berhasil mengangkat sebuah gagasan menjadi karya tulis yang mengesankan.
Begitupun amanat atau pesan yang hendak ditanamkan. Dwi dapat dipastikan menanamnya untuk dipanen sendiri. Apabila ada kelebihan karena tanahnya gembur tentu akan menjadi nilai tambah saat para pembaca berhasil merenunginya.

Ulasan
Belum ada ulasan.