Bocah Sorotan adalah kisah tentang empat bocah kampung di Yogyakarta tahun 1970-an—Dasuki, Jumari, Suwoto, dan Karsono—yang tumbuh di tengah lorong-lorong sempit, suara kentongan ronda, dan cahaya lampu minyak dan listrik yang belum merata. Hidup mereka sederhana, namun dipenuhi rasa ingin tahu, keberanian, dan petualangan kecil yang kadang nekat.
Di balik keluguan, mereka bersinggungan dengan tokoh-tokoh eksentrik kampung: Kang Supar dengan tirakat dan motornya yang butut, bang Opik si tukang stempel berambut gondrong, hingga pertemuan dengan Aida yang diam-diam menggetarkan hati Dasuki. Semua peristiwa itu membentuk mozaik perjalanan batin seorang bocah yang mulai belajar arti kehilangan, persahabatan, dan rahasia perasaan.
Novel ini bukan hanya potret masa kecil, tapi juga ziarah pada ingatan kolektif tentang kota, kampung, dan manusia—yang tak pernah lepas dari tawa, luka, dan kerinduan.



Ulasan
Belum ada ulasan.