Teori, Apresiasi, dan Esai Kritik Sastra

Buku ini coba menegaskan kembali, bahwa pengetahuan teoretis penting dipelajari, dipahami lebih holistis, dan disikapi secara kritis. Lebih penting lagi, berbagai penelitian, kajian atau kritik terhadap khazanah sastra Indonesia itu, memusat pada karya, sekaligus tidak mengabaikan ruh budaya yang mendekam dan masih tersembunyi di dalamnya. Bagaimanapun, teori harus mengabdi pada karya, dan bukan sebaliknya.

Teori sastra (literary theory) di Indonesia secara praksis sering dipahami juga sebagai kritik sastra (criticism). Sementara kritik sastra tidak jarang diperlakukan sebagai pendekatan (approaches to literature). Dalam hal ini, kritik sastra dianggap merupakan pendekatan yang dapat dimanfaatkan dan digunakan bagi kepentingan penelitian atas karya sastra konkret. Dalam banyak perbincangan, teori, pendekatan atau penelitian sastra, kerap ditempatkan dalam pengertian sebagai kritik sastra. Di bagian lain, teori sastra dikatakan juga sebagai teori kritik sastra. Jadi, pembicaraan mengenai strukturalisme, semiotik, feminisme, pascakolonial, dan entah pendekatan apa lagi, dianggap sebagai bagian dari pembicaraan teori kritik sastra.

 

Terlepas dari pemahaman yang tampak tumpang-tindih itu, sejauh pengamatan, hampir semua bersepakat, bahwa teori-teori itu sepenuhnya berasal dari Barat. Oleh karena itu, orientasi teori dan kritik sastra (di) Indonesia dipahami dalam kaitannya dengan perkembangan teori sastra Barat. Kesan itu muncul ketika ada wacana untuk merumuskan teori sastra yang khas dilahirkan berdasarkan cara pandang dan ruh kebudayaan Indonesia sendiri (Indonesia sentris). Kesadaran untuk menghasilkan teori sastra khas Indonesia yang tidak bergantung teori sastra Barat itu, lantaran dunia akademi, dianggap telah menempatkan teori sastra cenderung lebih bersifat formalistik, sekadar pamer teori, bahkan terkesan memberhalakannya. Sementara itu, pembicaraan mengenai karya sastra itu sendiri atau kritik langsung terhadap karya sastra, nyaris tidak mendapat perhatian. Akibatnya, teori ditempatkan sebagai teori an sich, dan tidak dijadikan sebagai alat untuk menganalisis karya sastra. Atas anggapan itu, muncul keinginan untuk melepaskan diri dari kejumudan dengan tidak menelan secara bulat-mentah teori sastra Barat.

 

Buku ini coba menegaskan kembali, bahwa pengetahuan teoretis penting dipelajari, dipahami lebih holistis, dan disikapi secara kritis. Lebih penting lagi, berbagai penelitian, kajian atau kritik terhadap khazanah sastra Indonesia itu, memusat pada karya, sekaligus tidak mengabaikan ruh budaya yang mendekam dan masih tersembunyi di dalamnya. Bagaimanapun, teori harus mengabdi pada karya, dan bukan sebaliknya.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Teori, Apresiasi, dan Esai Kritik Sastra”
Review now to get coupon!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shipping Details

  • Please pay more attention to your order address which MUST MATCH your shipping address. (If you’re from Russia, Please leave your full name. It is very important)
  • Items will be shipped within 3 business days after payment.
  • Please check items when delivered, if damaged, please kindly accept it and contact us immediately.  We will make a confirmation and resend you a new one.

 

Shipping By Shipping Cost Estimated Delivery Time Tracking Information
Thembay Express Free Shipping 12-20 days Not available
LEX $20.00 – $50.00 04-12 days Available
Lorem Ex $26.00 – $70.00 03-17 days Available

Packaging Details

  • Unit Type: piece
  • Package Size: 25cm x 32cm x 5cm (9.84in x 12.60in x 1.97in)
  • Package Weight: 0.56kg (1.23lb.)