Menulis puisi berarti mengekspresikan diri secara bebas dalam bahasa. Karena demikianlah hakikat kepenyairan itu; kebebasan mengucapkan diri dalam bahasa. Dalam buku ini, penulis sedang mengekspresikan dirinya dalam bahasa puisi dengan banyak hal yang ia sedang bicarakan. Di antaranya adalah; Ketuhanan (religiositas), cinta, dan sosial-politik.
Sementara itu, Bagi pembaca, kata-kata dalam puisi bukan sebuah imlak yang harus diikuti sebagai makna akhir. Kata-kata dalam puisi tidak bisa sekaligus tepat pemaknaan sesuai yang diinginkan penyairnya ketika berada di tangan pembaca. Sebab, aktivitas membaca mengandung aktivitas menafsir.
Disinilah keunikan sebuah buku puisi antara penulis dan pembaca memiliki ruang kebebasan untuk mengekspresikan diri. Selamat membaca, dan nikmati kebebasan Anda ketika membaca buku ini.

Ulasan
Belum ada ulasan.