Puisi tidak akan pernah habis untuk dimaknai. Sebab, puisi menampilkan misteri kehidupan sehari-hari. Misteri tersebut bisa saja seperti; misteri alam, peristiwa kehidupan manusia, bahkan sesuatu yang absurd dari pikiran-pikiran manusia. Puisi bisa muncul dengan sendirinya, mengait pada ‘kegelisahan penyair’ sehingga setiap puisi yang diciptakan memiliki dunia; kontemporer dan bebas.
Inilah yang dapat terbaca pada puisi-puisi dalam buku ‘Tempat Terumit’. Puisi-puisinya mengisyaratkan jalan makna menuju pemahaman dunia penyairnya, yaitu dunia besar dan dunia kecil. Tentu saja, dua dunia itu terasa sangat kontradiktif. Namun, dengan adanya kontradiktif ini membuka tirai kesadaran untuk menemukan tafsir-tafsir yang semakin terbuka luas dari peristiwa-peristiwa yang menyentuh ruang kesunyian penyair atau pengalaman spiritual penyair itu sendiri dalam menjalani hidup.
Nana Sastrawan
(Penulis)



Ulasan
Belum ada ulasan.