Dalam cerpen pengarang menciptakan peristiwa-peristiwa melalui kata-kata. Sehingga makna bisa didapatkan dari interaksi atau susunan peristiwa-peristiwa itu. Dalam buku ini, Kartika Catur Pelita dengan teliti menyusun peristiwa-peristiwa di setiap judul-judul cerpen, menjadi cerita-cerita yang sangat tergambar jelas, dekat dengan kehidupan yang nyata. Keberhasilan menangkap peristiwa-peristiwa itu tentu saja tidak serta merta dibayangkan atau diimajinasikan. Ia bisa jadi menemukan sesuatu hal yang benar-benar terjadi, lalu dijadikanlah inspirasi untuk memulai menulis cerpen.
Cerita-cerita dalam buku ini memiliki benang merah yang sama antara judul satu dengan yang lainnya. Kartika Catur Pelita membidik dunia ‘pelecahan, kriminalitas, kekerasan’ dan lain sebagainya yang sejenis, dibungkus dengan latar masyarakat pedesaan, yang memiliki status sosial kelas bawah; masyarakat-masyarakat miskin, yang harus berjuang mati-matian untuk dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari agar tetap hidup.
Inilah yang menjadi ciri khas Kartika Catur Pelita dalam menulis cerita. Ia ingin hadir di antara masyarakat-masyarakat yang terpinggirkan, seolah tulisan-tulisannya dalam buku ini menjadi berita untuk semua orang, agar dapat diketahui bahwa masih ada ketidakseimbangan, ketidakadilan dan diskriminasi yang terjadi pada masyarakat-masyarakat udik di negeri ini.
Nana Sastrawan – Penulis



Ulasan
Belum ada ulasan.